Laman

Sabtu, 03 Desember 2011

Indonesischer Abend

Habt ihr an diesem Wochenende nichts zu tun?
Kommt einfach mal vorbei, http://www.wix.com/indonesischekultur/indonesischekulturabend

Indonesischer Abend
Karlsruhe, den 3.12.2011

Sabtu, 19 November 2011

"Kembalilah ke Relmu, Nak.." - Allah Bapa di Surga

Akhir Pekan III di Heidelberg?
Yooo, Selamat Datang..!

Inspirasiku buat menulis hari ini datang dari seorang adik kelas waktu bersekolah di SMP PL Domenico Savio Semarang dulu, namanya Wahyu Satria Utama. Walau terlahir dengan zodiak Libra (unsur udara), tekad apinya sangat kentara.

Cita-citanya tinggi, ia ingin menjadi dokter sekaligus romo. Hal yang menarik adalah, pada semester ini ia memulai kuliah Semester 1-nya di bidang Arsitektur di UNIKA Soegijapranata, Semarang. Tak kalah menarik, di tengah-tengah kesibukan kuliahnya, ia menyempatkan diri untuk mengembangkan bakatnya di bidang seni olah vokal. Ya, dari mulai tugas koor mingguan di gereja, Paduan Suara Surgawi, Paduan Suara NAK, sampai les vokal bersama Judika, Indonesian Idol dia ikuti.

Dari situ saja, kita bisa melihat bahwa ia memang seorang yang terlahir dengan multitalent. Hal ini juga didukung dengan motto hidupnya, "Untuk bisa terus berkembang, aku harus senantiasa keluar dari zona nyamanku dan lebih banyak menderita".

Benang merahnya ke judul: Berkat adik itu, aku merasa diingatkan kembali oleh Tuhan, tentang arah dan tujuan hidupku. Tak perlu muluk-muluk, cukup yang ada di depan mataku saat ini: kenapa kuliah di Jerman.

Ibarat naik kereta, gara-gara kuliah ke Jerman, di awal-awal aku harus naik kereta RE (regional) yang lambat, ketinggalan dengan teman-temanku di Indonesia yang sejak awal sudah bisa naik kereta IC (antarkota), bahkan ICE (antarkota ekspres), sebut saja Guinandra Lutfhan Jatikusumo.
Kenapa RE? Jelas, karena perbedaan kultur dan kendala bahasa.
Berbeda dengan bahasa Inggris, bahasa Jerman baru kukenal sejak tahun pertama di SMA dan kurang populer untuk dipelajari dibandingkan bahasa Inggris dan bahasa Mandarin (apalagi di kota asalku, Salatiga..)
Sudah lambat, sialnya lagi cita-citaku banyak dan cukup tinggi-tinggi. Kapan nyampainya klo gitu?

Kalau Wahyu yang terlahir sebagai Libra saja berani bermimpi seperti itu, malu aku terlahir sebagai Aries, yang sejatinya memiliki unsur api tulen.
Sampai sekarang aku merasa, bahwa aku masih terlalu jauh dari "Jermanku".
Oleh karena itu: Saya mengaku kepada Saudara Sekalian, bahwa saya telah berjanji mulai detik ini, akan kembali ke rel yang benar, rel yang tiada berujung, menuju cita-cita yang saya impikan.

Mengambil kata-kata dari Dek Wahyu, "Harus bisa nyaman di lingkungan yang baru. Begitu terasa nyaman, jangan lama-lama tinggal di situ. Keluarlah, kalau kamu ingin mengepakkan sayapmu lebih jauh lagi.." (dengan sedikit modifikasi tentunya..)
Bukan bermaksud buat nggak loyal atau apa, tapi orang yang tidak mempunyai arah dan tujuan yang baru (setelah tujuan lamanya tercapai) bakalan mandheg.

Ditulis oleh seorang Aries, di kamarnya, di sebuah gedung berlantai 12..

Minggu, 13 November 2011

Akhir Pekanku di Heidelberg

Bagi sebagian orang, berakhir pekan di rumah sendiri mungkin terasa membosankan. Akan tetapi, tidak demikian bagiku. Sejak pindah ke Heidelberg pada akhir bulan September kemarin, akhir pekan ini merupakan akhir pekanku di Heidelberg yang kedua.

Mengapa bisa begitu?
1 Oktober - Sportfest Frankfurt
8 Oktober - Akhir Pekan I di Heidelberg
15 Oktober - Kumpul-kumpul Karlsruhe
22 Oktober - Meet Photographers Berlin
29 Oktober - KMKI Karlsruhe Wochenende di Prinzbach
5 November - KMKI Reportage Pater de Blot di Maastricht, Belanda

dan akhirnya tibalah hari ini: 12 November - Akhir Pekan II di Heidelberg
 
Demikianlah ringkasan kisah petualangan BoLang Kristanto Irawan Putra pada tahun keduanya di Jerman ini..
Satu hal yang pasti, aku tidak pernah menyesal atas waktu yang telah kuhabiskan di luar Heidelberg itu.. Aku menjadi banyak terinspirasi.

Danke Karlsruhe Putih, Ikastara 49, Bang Prio, Mas Ferry, Komunitas Fotografer Berlin, KMKI Karlsruhe, Alex, Anson, dan Suster Terry..

Kata-kata yang selalu membuatku bersemangat:
"Aus großer Kraft folgt große Verantwortung" - Spider-Man-

Rabu, 26 Oktober 2011

Photographers Meet Berlin

Berlin Festival of Lights 2011

    BERLIN, Sabtu 22 Oktober 2011 - Mengambil momen "Berlin Festival of Lights 2011", Prio Adhi Setiawan, Ferry Kana, dan Komunitas Pecinta Fotografi Berlin lainnya menggelar acara selama 2 hari berupa silaturahmi dan hunting bersama sekaligus mempersembahkan sebuah workshop fotografi untuk teman-teman di Berlin dan sekitarnya..
    
Cita rasa masakan Indonesia tak luput mewarnai kebersamaan para pemuda Indonesia yang tengah merantau ke negara Jerman ini. Bertempat di Resto Nusantara Berlin, tak kurang dari 15 peserta datang untuk mengikuti workshop fotografi ini. Hal yang cukup menarik adalah, dari kelimabelas orang ini, ternyata tak semuanya berasal dari kota Berlin, tetapi juga dari kota-kota lainnya, sebut saja Postdam, Cottbus, Frankfurt (Oder) bahkan Heidelberg..!

    Acara dimulai pukul 11.39 dengan sambutan Yusuf dari PPI Berlin, selaku panitia penyelenggara acara ini. Kemudian acara langsung dilanjutkan dengan workshop sesi yang pertama, yaitu Basic Photography oleh Prio Adhi Setiawan. Bang Prio memulai dengan konsep "foto bagus". Foto bagus itu sebenarnya relatif dan seringkali banyak dipengaruhi oleh momentum. Misalnya seorang ayah yang sama-sekali tidak tahu-menahu dunia fotografi memfoto putra pertamanya yang baru lahir. Foto yang dihasilkan mungkin secara teknik tidak sebagus foto hasil jepretan fotografer profesional, tetapi boleh saja sang ayah itu mengatakan bahwa itu adalah foto terbagus di dunia, karena tak ada satupun fotografer di dunia yang bisa menghasilkan foto itu lagi. Melalui perumpamaan ini, Bang Prio ingin menekankan bahwa kamera terbaik bukanlah kamera mahal dengan megapixel dua digit dan fitur-fitur canggih lainnya, melainkan adalah kamera yang benar-benar sedang kita pegang saat ini, sekalipun itu hanyalah kamera HP, karena momentum itu bisa jadi hanya terjadi sekali. Jadi fotografi itu sebenarnya bukanlah hobi yang mahal. Ayo, kita jeprat-jepret..!
    Meskipun sudah lama berkecimpung di dunia fotografi, hal ini tidak menjadikan Bang Prio sombong. Dengan sabar ia mau menjelaskan teori komposisi, shutter, aperture, dan ISO dengan bahasa dan perumpamaan-perumpamaan yang mudah dimengerti. Ia pun mempersilakan para peserta untuk langsung bertanya apabila di dalam penjelasannya terdapat istilah fotografi yang belum dimengerti. Workshop pun efektif dan menjadi sangat menarik, lebih-lebih ketika Bang Prio memberikan tips bagaimana supaya foto tidak goyang pada malam hari, yakni dengan memeragakan langsung gaya Perut-pod andalannya.. :p
   
    Bang Prio kemudian melanjutkan workshop dengan Street Photography. "Jangan berikan deskripsi, biarkanlah fotomu sendiri yang bercerita", kata Bang Prio memberikan tips untuk fotografi genre ini. Ia kemudian menunjukkan foto-foto dari Ricky Siegers, sahabatnya, yang diakuinya sebagai Master of Street Photography. Benar saja, momen-momen yang tertangkap dalam foto itu memang membuat kita ingin lebih lama melihat foto itu, karena seolah-seolah ia  bercerita, mempunyai mood/ emosi/ perasaan tertentu yang ingin disampaikan.

    Workshop bukanlah workshop apabila hanya teori saja. Kurang lebih pukul 15.00 dimulailah kegiatan hunting foto keliling Berlin dengan tema Street. Para peserta dibagi ke dalam 2 kelompok. Supaya lebih menantang lagi, Bang Prio memberikan 2 tema khusus lagi, yaitu Refleksi dan Pattern. Kelompok 1 mencari objek-objek foto Refleksi terlebih dahulu, kemudian 1 jam kemudian barulah kedua kelompok ini saling bertukar tema. Kelompok 2 memulai aksinya di Berlin Hauptbahnhof (Stasiun Utama). Selain konstruksinya yang memiliki banyak kaca, stasiun kereta Berlin ini juga memiliki konstruksi yang cukup unik dibandingkan dengan stasiun-stasiun lainnya. Teman-teman Berlin bahkan berkata bahwa stasiun ini lebih mirip "Mall" daripada stasiun karena banyaknya tingkat/ lantai yang dipunyainya. Di belakang stasiun ini terdapat sungai yang juga bisa digunakan untuk Refleksi.

Berlin Hauptbahnhof
   
Setelah puas berburu di stasiun, pada pukul 17.00 kami bergerak menuju Brandenburger Tor. Sesampai di Brandenburger Tor, kami berjalan kaki menuju Alexanderplatz. Sepanjang jalan di antara Brandenburger Tor dan Alexanderplatz ini adalah tempat yang ideal untuk berburu foto Street, karena sangat ramai dengan turis-turis yang juga berjalan kaki. Jeprat sana jepret sini, terus kami lakukan sepanjang perjalanan. Objek-objek bangunan kuno seperti Museum dan Universitas Humboldt tak kami lewatkan untuk dijepret. Akhirnya kami sampai juga di tempat tujuan berikutnya, yaitu Berliner Dom (Gereja Katedral Berlin).
   
    Di Berliner Dom ini, kami mendapatkan pencerahan singkat tentang Cityscape Photography, lagi-lagi dari Bang Prio, yang di antara sahabat-sahabatnya dalam Komunitas Pecinta Fotografi Berlin memang terkenal sebagai Master Blue Hour/ fotografer kartu pos. Lalu, tripod-tripod pun segera didirikan karena Blue Hour akan segera tiba. Objek yang ingin kita ambil adalah Berliner Dom, yang dalam rangka Berlin Festival of Lights 2011 akan disorot lampu dari depan. Untungnya kami datang cukup awal, sehingga mendapatkan posisi yang tidak terhalang-halangi untuk mengambil gambar. Kurang lebih 1 jam kemudian, taman di depan Berliner Dom ini tiba-tiba sudah penuh dengan lautan manusia, yang saling berebutan untuk dapat menikmati keindahan festival cahaya Berlin di tempat ini. Setelah Blue Hour selesai, kami melanjutkan kegiatan dengan makan malam, yang sudah disediakan panitia di sana. Setelah itu, kami tak lupa untuk berfoto keluarga di sana, sebelum akhirnya mengakhiri acara belajar fotografi dan sharing bersama pada hari itu..

Berliner Dom in Berlin Festival of Lights 2011
   
Keesokan harinya, kami berkumpul di Perpustakaan KBRI Berlin pada pukul 09.30 untuk melanjutkan materi workshop selanjutnya, yaitu Lighting Photography. Kali ini materi dibawakan oleh Ferry Kana, Master of Lighting/ Strobist yang tinggal di Stuttgart. Memasuki perpustakaan, yang kami lihat adalah Blitz-blitz yang sudah dinaungi oleh payung-payung putih dan Softbox. Selain kami para peserta, hadir pula 2 model cantik yang sengaja didatangkan supaya materi ini benar-benar dapat "cepat diserap" oleh para peserta. Penjelasan dimulai dengan teori tentang konsep cahaya, lighting dalam fotografi, dan akhirnya modifier-modifier cahaya. "Konsep, seperti apa foto yang ingin kita hasilkan adalah hal terpenting", kata Mas Ferry. Melalui eksperimen-eksperimen, Mas Ferry ini melatih feeling-nya terhadap kuat lemah, merata tidak merata, dan arah datangnya cahaya terhadap hasil foto. Hal yang menarik dari Mas Ferry adalah, ia selalu mencoba untuk membuat sendiri modifier-modifier cahaya yang ia inginkan. "Membeli perlengkapan Lighting itu tidak bagus, karena kita mendapatkan alat yang 90% pasti bekerja dengan baik, sehingga kita tidak tahu di mana letak kekurangan kita. Selain itu harganya juga mahal apabila dituruti satu per satu", tutur Mas Ferry sambil bercanda.
    Sekali lagi, workshop berarti tak cuma teori. Mas Ferry kemudian mempraktikkan langsung teknik lighting dengan memfoto model yang sudah didatangkan tadi. Melalui interaksinya dengan si model (dengan banyak bersenda gurau mengakrabkan diri), para peserta diajari bahwa hubungan fotografer dengan model yang difoto juga memegang peranan penting di dalam fotografi itu sendiri. "Tidak mungkin kan, kita bisa mengarahkan orang untuk bisa berekspresi lepas, kalau oleh model, kita masih dianggap sebagai orang asing", ujar Mas Ferry sambil mempraktikkan gaya fotografer judes yang seenaknya menyuruh si model.


Suasana Workshop Lighting Photography/ Strobist

    Para peserta pun diberi kesempatan satu per satu untuk "menembak" si model. Mas Ferry kemudian mengubah jauh dekat dan arah kedua Blitz yang ada untuk setting-an shutter, aperture, dan ISO kamera yang sama, supaya kita benar-benar bisa membedakan pengaruhnya terhadap hasil jepretan.

    Setelah itu, acara dilanjutkan dengan istirahat dan makan siang, yang juga telah disiapkan oleh panitia. Usai menyantap semangkuk Mie Ayam itu, workshop dilanjutkan dengan Post-Processing. Kali ini materi dibawakan berdua, yaitu oleh Bang Prio dan Mas Ferry. Para peserta diajari dasar-dasar penggunaan Photoshop, seperti misalnya pentingnya Histogram, apa itu Layer, Level, Curve, dan mengatur Saturasi. Akan tetapi, Bang Prio berpesan, supaya Photoshop ini jangan dijadikan senjata untuk menjadikan foto yang biasa-biasa saja menjadi foto yang bagus. "Photoshop hanyalah alat untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan minor yang muncul di hasil jepretan. Prinsipnya, foto yang diambil sudah harus sesuai 80% dari konsep yang kita inginkan", jelas Bang Prio. Teknik Beauty Shop juga ada, yaitu teknik di dalam Photoshop untuk mempercantik si model yang sudah kita foto tadi. Mas Ferry memberi contoh, dengan menghilangkan jerawat dari si model, mempertajam bagian mata dari si model, dan lainnya. "Dan ingat, setiap mengedit, si model sebaiknya tidak ada di tempat. Jadi, kita bisa leluasa mengoperasi plastik wajah si model, tanpa harus takut kalau setelah diedit wajahnya malah jadi semakin jelek..", kata Mas Ferry sambil bercanda.

    Rangkaian kegiatan acara satu per satu telah dijalankan. Kini tibalah saatnya evaluasi. Acara workshop Fotografi yang pertama ini dinilai berjalan bagus. Materi workshop ini disampaikan secara buka-bukaan, benar-benar bertujuan untuk membagikan ilmu kepada teman-teman semua. "Dengan mengeluarkan uang 10€ (=Rp 120.000), sudah mendapatkan 2x makan (1x makan di Jerman = Rp 36.000 - Rp 60.000) dan 2 orang model, workshop ini sangatlah murah meriah, dan ilmunya benar-benar komplit dan bermanfaat..!", kesan dari salah seorang peserta. Pihak narasumber juga merasa bangga dengan kerja keras panitia dan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Fotografi dikupas habis-habisan dalam workshop 2 hari ini, yakni Basic, Street, Cityscape, Lighting, dan Post-Processing. Begitu padat, sehingga materi yang disampaikan menjadi tidak bisa terlalu mendetail. "Iya, sebenarnya kurang puas. Mungkin sebaiknya workshop seperti ini diadakannya bukan 2 hari, tapi 1 minggu", celoteh salah seorang peserta sambil bergurau. Bagaimana kalau secara rutin saja kita adakan Photographers Meet yang kedua, ketiga, dan seterusnya?

oleh: kris_panda
07.4980

Rabu, 05 Oktober 2011

Umzug

Ich bin umgezogen!

Am 27.September 2011 habe ich angefangen, umzuziehen. Zuerst bin ich um 18 Uhr nach Heidelberg gefahren. Mein Gepäck war auch dabei. Nachdem ich es in Erlinas Zimmer gelegt hatte, bin ich wieder zurück nach Karlsruhe gefahren. Danach habe ich nochmal ein anderes Gepäck mitgebracht und bin nach Heidelberg wieder hingefahren.

Das war ein günstigsten Weg, glaube ich. Das liegt daran, dass ich im September 2 Semestertickets haben konnte.

Anschließlich bin ich am 30.September total umgezogen. Ich hatte Glück, so dass ich ein Zimmer im Neuenheimer Feld 681 bekommen konnte. Sogar konnte ich am 30.09 - ein Tag vor dem Vertragsbeginn - einziehen. Dieses Zimmer ist wirklich sehr günstig. Es ist schon möbliert, hat schönen Blick aus dem Fenster und schnelle Internetverbindung aus dem Kabel. Das Letzte mag ich sehr..! Gott sei Dank..!!!

Senin, 15 Agustus 2011

Daftar Terminal & Rute Angkota Salatiga

Daftar Terminal & Route Angkota Salatiga

No

Nama Terminal

Alamat

Telpon

1
Terminal Bus Tingkir
Jl. Pos Tingkir Salatiga
 
2
Terminal Angkota Tamansari
Komplek Pasar Tamansari Salatiga
 
Route Angkota
1.
JALUR 1
 
Termnal Tamansari - Jl. Diponegoro - Jl. Wahid Hasyim - Jl. Imam Bonjol - Desa Sraten - Desa Candi
 
2.
JALUR 2
 
Terminal Tamansari - Jl. Diponegoro - Batas Kota - Perumahan Dliko Indah
 
Terminal Tansari - Jl. Diponegoro - Batas Kota - Blotongan
 
3.
JALUR 3
 
Terminal Tamansari - Jl. Patimura - Desa Pabelan - Desa Macanan
 
4.
JALUR 4
 
Terminal Tamansari - Jl. Taman Pahlawan - Jl. Muwardi - Jl. Nanggulan - Jl. Mardi Utomo - Desa Kalibening - Desa Kalilondo
 
5.
JALUR 5
 
Terminal Tamsari - Jl. Taman Pahlawan - Jl. Muwardi - Jl. Jend. Sudirman (mrican) - Hotel Laras Asri - Jl. Sukarno Hatta - Perum Tingkir - Tingkir Lor (cengek) - Jl. Jend. Sudirman - Jl. Ahmad Yani - Jl. Merbabu - Jl. Kesambi - Jl. Pemotongan - Jl. Moch Yamin - Jl. Diponegoro - Jl. Patimura - Terminal Tamansari
 
6.
JALUR 6
 
Terminal Tamansari - Jl. Taman Pahlawan - Jl. Dr. Muwardi - Jl. Jend. Sudirman - Jl. Sukarno Hatta - Pos Tingkir - Pasar Kembangsari
 
7.
JALUR 7
 
Terminal Tamansari - Jl. Diponegoro - Jl. Moch Yamin - Jl. LMU Adi Sucipto - Jl. Brigjend Sudiarto - Jl. Osamaliki - Jl. Veteran - Jl. Tegalrejo - Ds. Kenteng Tegalrejo
 
8.
JALUR 8
 
Terminal Tamansari - Jl. Diponegoro - Jl. Moch Yamin - Jl. LMU Adi Sucipto - Jl. Brigjend Sudiarto - Jl. Sultan Hasanudin - Desa Ngawen
 
9.
JALUR 9
 
Terminal Tamansari - Jl. Diponegoro - Jl. Moch Yamin - Jl. LMU Adi Sucipto - Jl. Brigjend Sudiarto - Jl. Kalinongko - Jl. Osamaliki - Jl. Merak - Desa Dukuh - Desa Grogol
 
10.
JALUR 10
 
Terminal Tamansari - Jl. Diponegoro - Jl. Moch Yamin - Jl. Kartini - Jl. Osamaliki - Jl. Veteran - Kel. Ledok (ABC)
 
11.
JALUR 11
 
Terminal Tamansari - Jl. Diponegoro - Jl. Moch Yamin - Jl. LMU Adi Sucipto - Jl. Brigjend Sudiarto - Jl. Sultan Hasanudin - Jalan Karang Alit
 
12
JALUR 12
 
Belum ada route
 
13
JALUR 13
 
Belum ada route
 
14
JALUR 14
 
Termnal Tamansari - Jl. Diponegoro - Jl. Wahid Hasyim - Jl. Imam Bonjol - Pasar Banyu Putih - Desa Banyuputih
 
15
JALUR 15
 
Belum ada route
 
16
JALUR 16
 
Pasar Blauran - Jl. Taman Pahlawan - Jl. Dr. Muwardi - Jl. Jend. Sudirman - Jl. Sukarno Hatta - Jl. Kec. Argomulyo - Desa Tetep - Desa Randu Acir
 
Sumber: http://www.pemkot-salatiga.go.id

Minggu, 24 Juli 2011

Lowongan Pekerjaan di Servis Mobil "DADI LANGGENG"


LOWONGAN PEKERJAAN

Dibutuhkan:
TENAGA AUTOMOTIVE

Persyaratan:
-        Pria dan Wanita
-        Tamat SMP/ SMA/ SMK
-        Rajin dan minat bekerja keras
-        Usia maks. saat ini 28 tahun

Lamaran + Fotocopy KTP + Pas Foto 4x6 (1 lbr)
Dikirim ke:
Servis Mobil
”DADI LANGGENG“
Jl. Patimura 111A Salatiga

Senin, 06 Juni 2011

Auslandsstudium in Asien


Auslandsstudium in Asien

Interessiert an einem Auslandssemester?
Ein Studiensemester im exotischen Asien kann die beste Erfahrung Ihres Lebens sein und Ihrer Karriere zugutekommen.
Die aufgelistete Universität wird international anerkannt und gehört zur Elite des Landes.
Udayana University
Bali, Indonesien
·      Semesterlänge: 4 Monate
·      Kurse: Law, Economy, Business and Finance of South-East Asia, Indonesian Culture and Language, Literature, International Tourism Management etc.
Die UU besteht seit 1962 und ist führend unter den indonesischen Universitäten. Sie erhält regelmäßig indonesische Topauszeichnungen, auch für ihre Professoren. Desweiteren ist sie mit 20 000 Studenten die größte und angesehenste Universität auf Bali. Die Mehrzahl der internationalen Studenten kommt aus Deutschland, China, Japan, den USA und den nordischen Ländern

Warum Asien?
„Asien ist der dynamischste Kontinent der Welt und bietet endlose Möglichkeiten. Das Zentrum der Schwerkraft verlagert sich nach Osten.“
Immer mehr Studenten absolvieren einen Teil ihres Studium im Ausland. Menschen mit direktem Wissen über Asien haben oft einen Vorteil bei der Bewerbung um Arbeitsplätze. Während einer der Hauptgründe für ein Studium in Asien auf der bedeutenden Rolle asiatischer Länder auf dem globalen Markt berührt, gibt es natürlich auch persönliche Motive. Das tropische Klima, die lebendigen Städte, die luxuriöse Lebensweise mit erschwinglichen Preisen, Reisen, verschiedene Kulturen und qualitativ hochwertiger Unterricht machen ein Auslandssemester in Asien zu einer wahrhaft einzigartigen Erfahrung.
„Die Austauschzeit in Asien erweitert Ihren Horizon!“

(Quell: www.asiaexchange.org)

Sabtu, 28 Mei 2011

Neueröffnung PHO Vietnamesische Spezialitäten


      Neueröffnung
PHO

Vietnamesische Spezialitäten
1.    PHO BO                                                                                          4,90
Rindersuppe
Reisbandnudeln mit Rindfleisch und asiatischen Kräutern
2.    PHO GA                                                                                         4,90
Hühnersuppe
Reisbandnudeln mit Hühnerfleisch und asiatischen Kräutern
3.    MI XA XIU                                                                                     4,90
Nudelsuppe mit gegrilltem Schweinefleisch
4.    MI GA                                                                                             4,90
Nudelsuppe mit gegrilltem Hühnerfleisch
5.    MI XAO XA XIU                                                                           4,90
Gegrilltes Schweinefleisch mit gebratenen Nudeln und Gemüse
6.    MI XAO GA                                                                                   4,90
In Sesam gegrilltes Hühnerfleisch mit gebratenen Nudeln und Gemüse
7.    COM XA XIU (Recommended)                                             4,90
Gegrilltes Schweinefleisch mit Reis und Gemüse
8.    COM GA                                                                                        4,90
In Sesam gegrilltes Hühnerfleisch mit Reis und Gemüse

Bubble Tee
21. Milchtee (mit Schwarz- oder Grüntee)                            2,60
22. Milchtee mit Frucht                                                                 2.60
23. Taro Milchtee                                                                             2,90
24. Kokosnuss & Taro Milchtee (Recommended)             2,90

Bubble Fruchttee
Unglaublich köstliche Mischung aus erfrischendem Tee und verschidenen Aromen
31. Erdbeere                                                                                      2,60
32. Hönigmelone                                                                              2,60
33. Passionsfrucht                                                                           2,60
34. Mango                                                                                           2,60
35. Kiwi                                                                                                 2,60
36. Litschi                                                                                             2,60
37. Pfirsich                                                                                          2,60
38. Grüner Apfel                                                                              2,60

Akademiestraße 43
76133 Karlsruhe
982 34 633

Wir sind Mo. – Sa. : 11 – 22 Uhr
    So. & Feiertag: 12 – 22 Uhr
     Für SIE da!

(Quell: PHOs Exemplar)

Senin, 23 Mei 2011

Zählung


Am letzten Donnerstag, den 12. Mai 2011 nahm ich an einer Arbeit teil, die als die Zählung bezeichnet wurde. Sie bedeutete einfach “Menghitung“ auf Indonesisch. Meine Aufgabe war, die durchgehenden Fußgänger und die durchfahrenden Fahrädder von 10 Uhr bis 20 Uhr auf einer Straße zu zählen. Zwar es überhaupt keine schwierige Arbeit war und ich auch guten Lohn dafür kriegte, aber leider war es eigentlich ziemlich langweilig.
Gott sei Dank! Eine Freundin von mir hatte gestern gesagt: „Vergiß nicht, deine Audiodateien im Handy vorzubereiten!“. Genau was sie ratete machte ich. Während der Arbeit hörte ich die Musik zu. Auf einige Lieder erinnerte ich mich an meine Geschichte in der Vergangenheit..
(Erzähle ich sie auf Indonesisch, wird es besser)^^
1.   #np Indonesian Voices – Rumah Kita
                Lagu inilah yang dikumandangkan oleh Panitia MOS (Masa Orientasi Siswa) SMP PL Domenico Savio zamanku. Lagu yang ternyata merupakan lagu andalan SAL9 ini mengingatkanku akan figur Mas Anin yang botak itu..
2.   #np Ada Band – Karena Wanita (Ingin Dimengerti)
Lagu ini adalah salah satu lagu yang telah sukses digarap oleh H5N1 – The Avian Band. Band yang personilnya terdiri dari Nico, Timothy, Yustian, Kukuh, Debby, Vicky, dan aku ini berhasil meraih juara III Festival Band “Domsav in Concert” pada tahun 2007.
3.   #np Sheila on 7 – Terimakasih Bijaksana
                Lagu ini adalah lagu yang biasa kami, anak kelas 3A, nyanyikan pada saat “nongkrong” di bangku samping Cozy Cafe.
4.   #np Didi Kempot – Sewu Kutho
                Projek-video-cuti-pertama pada saat aku duduk di kelas XI SMA Taruna Nusantara Magelang. Lagu ini juga membuat aku ingat akan sosok Yohanes Adinugroho yang pertama kali mengajari lagu ini pada event Kuis Bintang Pintar Ultra tahun 2006.
5.   #np Nineball – Hingga Akhir Waktu
          Lagu-lagu single seperti ini biasanya dipopulerkan oleh Ferdi Adi Laksono – gitaris, anggota tim kimia “Cesium“ , anggota Pramuka “Bantara“, dan teman segrahaku pada waktu kelas XII.
6.   #np Kerispatih – Kawan
                Kawan vs. Bengawan Solo. Lagu inilah yang telah mengiringi langkahku pada Kampanye Dialogis 2008, saat aku diangkat sebagai Ketua 2 OSIS SMA Taruna Nusantara. “vs. Bengawan Solo“ di sini membuat aku jadi ingat akan Muhammad Wakhid Pramujati, pemimpin yang energik dan sangat mengidolai sosok Monkey D. Luffy.
7.   #np Kerispatih – Demi Cinta
                Lagu ini diperkenalkan oleh sahabat-sahabatku di kelas 3A dulu di tempat karaoke Jalan Pandanaran, Semarang. “Pas“ dengan suasana hatiku waktu itu.
8.   #np Samsons – Akhir Rasa Ini
          Maju dengan nomor urut 10, kubawakan lagu ini dengan penuh penjiwaan. Filosofi yang kusampaikan pada waktu itu, “Menyanyi itu tidak hanya bertujuan untuk menghibur orang lain, tetapi juga bisa untuk menghibur diri sendiri..“. Dan jadilah aku TN Idol tahun 2009..!
9.   #np Ello, Ipang, Berry St Loco, Lala – Buka Semangat Baru
          Lagu ini adalah lagu yang telah mampu menunjukkan kesatuan komunitas Kanonika. Retret Kanonika 2010 amat berkesan buatku. Terima kasih Laurensius Danis Danahiswara, Ivan Onggo Saputro, Helmy Surya Hartanto, dan Adeline Vanessa Loho, serta Kanonika yang lain..!
10. #np d’Bagindaz – C.I.N.T.A.
          Lagu Melayu yang keren. Bagian meliuk-liuknya enak untuk dinikmati.
11. #np Zivilia – Aishiteru
          Lagu ini mampu menghadirkan sosok Yoga Setya Permana di kamar 1 Graha 7. Dan jadilah tempat ini tempat karaoke kami.
                Leider konnte ich übermorgen nicht mehr arbeiten. Das hieß, dass ich nicht in der Lage war, indonesisches Lied laut auf der Straße wiederzusingen. (Es war wirklich passiert, dass ich laut auf der Straße sang, weil ich so müde und langweilig war)^^
                Das war alles über die Zählung. Ich bedanke mich für Ihre Aufmerksamkeit. Wir sehen uns bald wieder..!



Jumat, 06 Mei 2011

Hentikan Celaan terhadap "komisi8@yahoo.com"!

Baru-baru ini Indonesia diributkan oleh berita Kunjungan Komisi 8 DPR RI ke Australia dalam rangka Studi Banding. Dalam kunjungannya ini, Komisi 8 sempat singgah di KJRI Melbourne dan bertatap muka dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA).

Hal yang paling menarik dari Tatap Muka ini adalah digemborkannya alamat email "komisi8@yahoo.com" sebagai alamat email resmi dari Komisi 8 DPR oleh salah seorang anggota komisi tersebut. Tentu, sebagai sebuah lembaga sekelas DPR, masih digunakannya domain yahoo sebagai alamat email resmi adalah sebuah hal yang patut ditertawakan. Belum lagi, alamat email yang bersangkutan ternyata memang tidak pernah ada (sampai dengan berita itu dipaparkan oleh PPIA).

Dari sinilah terlihat ketidakprofesionalan para anggota DPR. Dari sudut pandang saya, para anggota DPR ini mungkin sudah mempunyai alamat email resmi, tetapi belum digunakan secara efektif. Pada saat mereka ditanya, mereka panik (tak terbiasa menggunakan sehingga tak tahu) dan akhirnya mencoba menjawab "komisi8@yahoo.com", yang pada akhirnya justru mempermalukan mereka sendiri.

Saya setuju, bahwa DPR perlu mengadakan pembenahan atas hal ini. Di era teknologi dan informasi ini, Internet memegang peranan penting dalam komunikasi dan saya rasa tepat, apabila aspirasi dari rakyat bisa disalurkan melalui email ke para wakil rakyat ini.

Akan tetapi, saya tidak setuju apabila berita ini diekspos besar-besaran melalui berbagai media yang ada. Sebut saja media youtube, yang bisa diakses oleh seluruh orang di dunia. Malu rasanya menjelek-jelekkan lembaga negara sendiri di hadapan seluruh dunia, bukan?

Mencela pihak lain tidak akan pernah ada habis-habisnya. Seperti kata pepatah, "gajah di pelupuk mata tak tampak, tetapi kuman di seberang lautan tampak". Perubahan besar hanya akan terjadi apabila masing-masing orang melakukan perubahan-perubahan kecil, yakni perubahan terhadap dirinya sendiri. Daripada sibuk mencela pihak lain, lebih baik kita ubah diri kita sendiri menjadi lebih baik daripada hari kemarin...


Hidup Indonesia, Jayalah Indonesia..!!!
- Untuk Indonesia yang lebih baik -

Senin, 11 April 2011

Liga PPI Karlsruhe 2011

Yeah..!
Tim ChangCut
1.Guntur
2.Kristanto Irawan Putra (C)
3.Agus Putu Wilaksana
4.Michael Sohandjaja
5.Anson Santoso
6.Nicholas Hartanto
7.Ustman
8.Pascal

Sabtu, 9 April 2011 -
Di ajang yang mempertemukan para pendekar Basket, Voli, dan Futsal ini, Juara ke-3 Kejuaraan Voli berhasil disabet oleh Tim ChangCut. Dengan Kristanto Irawan Putra sebagai kapten tim dan Guntur sebagai jenderal lapangan, strategi pun diracik sedemikian hebat adanya.
Agus Putu Wilaksana yang menjadi ujung tombak serangan Tim ChangCut tidak menyia-nyiakan umpan-umpan matang yang ada untuk melancarkan Spike keras ke daerah pertahanan tim lawan. Delapan puluh persen dari poin yang dihasilkan oleh Tim ChangCut berasal dari kecemerlangan pemain yang satu ini.

Pemain yang berasal dari Bali ini masih berusia sangat muda, tepatnya 18 tahun, tetapi sudah mampu menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Konon katanya, Agus mendapatkan kesaktiannya setelah dibina dan ditempa tatkala menjadi siswa SMA Taruna Nusantara Magelang.
Dengan ritme latihan yang berjalan berkesinambungan setiap hari Kamis dan Jumat di Halle AKK ini, para tetua Karlsruhe percaya, Karlsruhe akan lebih mampu berbicara lebih banyak di ajang Sportfest PPI di Jerman nanti.
Hidup, Agus dan kawan-kawan..!

http://www.facebook.com/video/video.php?v=2017180352466

Selasa, 22 Maret 2011

Um mein Deutsch zu verbessern

Hallo Leserinnen und Leser,
Ich heiße Kris, bin 18 Jahre alt, Student des Studienkollegs Karlsruhe.
Deutsch ist eine tolle Sprache, finde ich, weil es gute Regel gibt, beispielsweise das Verb immer in der zweiten Position zu liegen und so weiter. Sogar der Ausspruch zwischen Deutsch und meiner Muttersprache ist nicht viel anders. Deswegen möchte ich Deutsch lernen, nicht nur als Sprache, sondern auch als Kultur.

Sprache spielt wichtige Rolle auf der Welt, glaube ich. Sie verbindet die Menschen miteinander. Es passiert in meiner Klasse, wo Deutsch die Verkehrssprache der Asiaten, Afrikaner, Europäer und Lateinamerikaner ist. Das ist sehr schön!

Bisher bin ich fast 7 Monate in Deutschland. Manchmal würde ich mich fragen, ob mein Deutsch gut oder nicht. Ich habe Deutsch Klausuren im ersten Semester gekriegt mit folgenden Ergebnissen
Hörverstehen: 2,2
Leseverstehen: 2,2
Grammatik: 1,4
Text Produktion: 3,2
Das heißt, dass meine Durchschnittsnote besser als 2,5 ist.

Aber es ist nicht genug. Ich muss noch viel lernen. Die wichtigste Sache, die von mir fehlt, ist das Selbstvertrauen. Ohne das nimmt mein Geist ab immer noch. Aber falls ich es irgendwann habe, bin ich froh. Folglich erhöht sich meine Fähigkeit drastisch. So ist es der Schlüssel des Erfolgs, das ich gefunden habe.
Es wurde geprüft, wenn ich Kommentare auf einen Pinnwand über Facebook geschrieben habe. Beim Selbstvertrauen sieht meine Schrift sehr gut aus. Grammatisch ist sie korrekt und inhaltlich fehlt sie nichts.

Gott sei Dank. Diese Schrift habe ich fertig geschrieben und damit habe ich automatisch Deutsch: Text Produktion gelernt. Jetzt gehe ich ins Bett...

Mit freundlichen Grüßen,


Putra, Kristanto Irawan
Indonesier

Jumat, 11 Februari 2011

Anime-nya Indonesia

Anime-nya Indonesia
Teringat masa SD-ku. "One Piece? Apa bagus sih??" Itu adalah kata-kata yang telah kuucapkan ke seorang teman lesku pada waktu itu.

Waktu berputar, hingga aku beranjak dewasa, menempuh jenjang pendidikan SMA-ku di SMA Taruna Nusantara Magelang. Di situlah aku menemukan istilah "komik TN", buku bacaan yang beredar dari kamar ke kamar dalam satu graha, maupun lintas graha.
Ya, Fight IPPO, Naruto, dan One Piece adalah yang aku maksud. Komik-komik itu baru kukenal semenjak aku masuk TN. Komik Fight IPPO barangkali doyan dibaca oleh anak-anak TN gara-gara menyangkut soal sayap dan melatih otot. Sedangkan One Piece yang menceritakan kisah petualangan kelompok Bajak Laut Topi Jerami mencari harta karun terbesar di dunia, One Piece, mestinya tidak berhubungan dengan TN, selain warna biru lautan yang dominan dengan seragam pesiar, seragam kebesaran SMA TN.

Bicara tentang komik dan Anime, jangan lupa untuk menyebutkan kata Pokemon, Digimon, dan Doraemon. Bahkan kisah Kapten Tsubasa sampai melegenda di kalangan anak-anak di seluruh dunia.
Ada pesona tersendiri, yang membuat kita tak bisa berkutik, "kecanduan" untuk terus mengikuti serial Anime ini sampai akhir. Dan sedikit demi sedikit, tanpa sadar kita sedang belajar budaya Jepang. Sebut saja permainan catur Jepang Go dalam Anime Hikaru No Go, dunia ninja Shinobi dalam Anime Naruto, di mana istilah Hokage, Kyubi, dan Shuriken kita kenal dengan baik artinya.
Salut dengan negara Jepang atas ini.
Aku pun hanyut dalam rasa penasaran akan kelanjutan serial Naruto dan One Piece. =p
*Film serial ini dapat diunduh secara cuma-cuma di http://cinema3satu.blogspot.com/ (koq malah jadi promosi)

Kembali ke judul, apakah bangsa Indonesia perlu meniru bangsa Jepang, dengan membuat Anime seperti ini?
Sebuah Video di Youtube tentang Suro dan Boyo berikut ini patut untuk disimak
Aku suka dengan dialek Jawa Timurnya yang kental, mengingatkanku akan kenangan kelas XII-IA8 dan Graha 7 SMA Taruna Nusantara...

Akan tetapi, dari segi internasionalisme, aku lebih suka video berikut ini
http://www.youtube.com/watch?v=4IOqLV3rGWk&playnext=1&list=PL72D9DF2532CF10B5
Seperti halnya Anime Jepang, yang diucapkan dalam bahasa Jepang, ternyata subtitelnya telah dibuat ke dalam berbagai bahasa, antara lain bahasa Inggris, Spanyol, Jerman, dan Portugis, sehingga dapat dimengerti dengan baik oleh seluruh dunia, bahkan sampai di-dubbing dengan bahasa negara yang bersangkutan.
Aku merasa unsur kebudayaan Indonesia akan bisa tersampaikan dengan baik oleh Anime-anime semacam ini.
Indonesia tidak hanya meniru, tetapi telah mengembangkannya, sehingga unsur kebudayaan dan pariwisata Indonesia ikut ditonjolkan melalui Anime ini.

Hidup Suro Boyo..! Salut buat Indonesia..!!!
*Mana Asem Arang dan Salah Tiga?=p

Rabu, 09 Februari 2011

Aku ingin kuliah Molekulare Biotechnologie di Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg..!

Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg adalah salah satu universitas terbaik di Jerman.
Ruprecht-Karls-Universität Heidelberg ist eine der besten Universitäten in Deutschland.

Universitas ini menempati peringkat dunia ke-... pada tahun 2010.
137 versi Webometrics
83 versi Times
51 versi QS.

Berdiri sejak tahun 1386 universitas ini menjadi universitas tertua di Jerman dan merupakan salah satu dari tiga universitas tertua di Eropa.

Aku ingin kuliah jurusan Molekulare Biotechnologie di sini..!
Satu angkatan hanya 80 orang dan diincar oleh banyak orang.
Itu berarti aku harus lulus Studienkolleg dengan nilai rata-rata mendekati 1,0 (100%)..
Apakah itu mungkin?

Semester 1 Studienkolleg kulewati dengan nilai rata-rata 1,7 (86%)...
Itu dengan kemampuan Bahasa Jerman yang masih kurang dan Ulangan Fisika yang kurang maksimal. Sebenarnya masih bisa lebih baik dari itu.
Hanya saja, itu semester 1, pelajarannya masih mirip-mirip dengan SMA dan kami serba diberi soal yang tidak sulit.

Pertanyaannya, apakah aku mampu menembus nilai rata-rata sehr gut, alias di antara 1,0 - 1,5 di Semester 2?
Bahkan, orang bilang, untuk bisa aman diterima di Heidelberg jurusan ini, nilai rata-rata harus 1,1 (98%)...
Apakah itu cukup mungkin bagiku?

Bin ich immer stärker? Ich weiß nicht die Antwort noch. Deswegen werde ich gehen weiter voran..!
Am i getting stronger? I don't know the answer yet. That's why i'll keep walking ahead..!

Jumat, 21 Januari 2011

Apa itu Kuliah?

Mengutip kata-kata Frau Kintzen, Dosen Bahasa Jermanku, "Studieren bedeutet aktiv etwas zu machen...", yang artinya kurang lebih adalah "Kuliah berarti secara aktif melakukan sesuatu".

Pengertian inilah yang membedakan antara "kuliah" dengan "belajar", antara "mahasiwa" dengan "siswa".
Secara aktif berarti ada unsur kemuauan dari yang bersangkutan.

Tipikal kesalahan yang sering dilakukan oleh kita adalah baru belajar dengan sungguh-sungguh pada H-1 yang terkenal dengan istilah "Sistem Kebut Semalam". Kita semua menyadari bahwa cara belajar ini salah dan ingin kita ubah, tetapi pada praktiknya terasa sulit.

Sekilas, aku ingin menceritakan sesuatu.
Ada 1 hal menarik yang kutemui di Jerman ini, yaitu perbedaan tradisi mendidik anak di benua Eropa dengan non-Eropa.
Di Benua Eropa ini, seorang anak berusia 12 tahun sudah dituntut untuk bisa menceritakan kembali suatu cerita rakyat dengan kata-katanya sendiri. Apabila anak ini menggunakan kata-kata yang sudah tercantum di buku bacaan tersebut, anak ini akan mendapatkan nilai 0. Seorang anak ini dinilai tingkat pemahamannya terhadap suatu bacaan dengan cara ini. Tradisi memahami benar-benar, kemudian mengembangkannya sendiri secara kreatif dan inovatif)
Menarik.

Tradisi yang selama ini melekat di kita adalah, kita mendengar, kita kembali mengucapkan - kita membaca, kita kembali menceritakan - kita mencatat, kita kembali menulisnya pada saat ulangan - harus kita akui, banyak menghafal. Akan tetapi, tunggu dulu. Tradisi ini sebenarnya bukanlah tradisi yang jelek.

Tradisi bangsa Eropa yang menekankan konsep ini tetap memiliki kelemahan. Misalnya, penggunaan kalkulator dan kertas kumpulan rumus. Dalam ulangan Matematika, Fisika, maupun Kimia, hukumnya legal di sini untuk menggunakan kalkulator dan membawa kertas yang berisi kumpulan rumus.
Bukan berarti ulangan openbook juga, karena itu memang efektif, dipakai.
Hanya saja, masalah akan timbul apabila orang Eropa diminta menghitung tanpa kalkulator dan kertas kumpulan rumus. Mereka akan kelabakan, karena mereka memang tidak menghafalnya sama sekali.

Berbeda dengan bangsa non-Eropa yang menekankan tradisi menghafal. Kita memang terbiasa menghitung dan menghafal rumus-rumus yang ada, sehingga tanpa kalkulator dan kertas kumpulan rumus yang memang menjadi barang-barang yang ilegal hukumnya apabila digunakan saat ulangan pun bagi kita bukan masalah. Itulah kelebihan kita.

Kembali ke konsep "kuliah" yang benar. Mengerti suatu hal adalah suatu proses, apalagi di Jerman, di mana konsep menjadi sebuah penekanan di dalam pendidikannya. Aku menjadi semakin mengerti, kenapa tanpa membuat Termin (=Janji) terlebih dahulu, orang menjadi tidak bisa bertemu dengan orang Jerman di sini. Sudah bukan saatnya lagi untuk belajar pada hari H-1. Aku akan menyempatkan 1-2 jam dalam 24 jamku untuk mengulang kembali pelajaran, mencoba mengerti konsep apa yang disampaikan oleh Dosen di sini.
Ayo, bikin jadwal kegiatan seminggu..!

Ada pertanyaan menarik.
Jadi, apakah benar orang Jerman, semacam Albert Einstein yang telah menemukan banyak hal di dunia ini berarti telah mengoptimalkan potensinya? Jawabannya belum. Kitalah, yang sebenarnya mempunyai potensi ini. Tradisi menghafal yang sudah belasan tahun kita dapat, mari kita gabungkan dengan tradisi bangsa Eropa - tradisi memahami benar-benar, kemudian mengembangkannya sendiri secara kreatif dan inovatif´. Hasilnya akan optimal..!!!

Jadi, bangsaku, bangkitlah, balaslah bangsa Eropa yang telah menjajah kita dulu, dengan menjajah buminya di bangku perkuliahan (entah S1, S2, bahkan S3 - sempatkan mencicipi Eropa..!). Sudah cukup bagi kita untuk menghafal, kini saatnya memahami benar-benar, dan mengembangkannya sendiri secara kreatif dan inovatif..!

Rabu, 12 Januari 2011

Penekanan Pelajaran di Jerman

Deutschland: Land der Ideen
(Jerman: Negara Ide)

Motto ini benar adanya. Sebagai mahasiswa di Studienkolleg KIT yang sudah mendapatkan pelajaran selama kurang lebih 3 bulan, aku menyadari beberapa perbedaan penekanan pelajaran di Jerman dengan di Indonesia.

Penekanan yang dimaksud adalah soal konsep.
Berbeda dengan pelajaran di Indonesia yang lebih terkesan menghafal, pelajaran di Jerman menekankan pemahaman konsep. Misalnya, pelajaran tentang Limit dan Diferensial.

Penjelasan tentang Limit di Jerman memakan waktu cukup lama, hanya untuk menjelaskan konsep tentang apa sebenarnya Limit itu.
Penjelasan tentang Limit bermula dari barisan bilangan.

Misalnya a(n) = 1, kemudian a(n+1) = 4a(n) - 13

Kita diminta untuk menentukan, bagaimana kecenderungan grafiknya, apakah dari lembah ke bukit, atau dari bukit ke lembah. Apakah ada nilai batas, apakah konvergen atau divergen. Dengan mencari nilai batas itulah, sebenarnya kita sedang belajar Limit tak hingga dari suatu fungsi.

Setelah paham dengan Limit, sama halnya dengan di Indonesia, kita menuju ke konsep Diferensial. Penjelasan tentang Diferensial juga memakan waktu yang tidak sebentar. Dosen itu sampai menggambar grafik f(x), f '(x), dan f ''(x) sebagai fungsi f(x), turunan pertama dari f(x) dan turunan kedua dari f(x) untuk menjelaskan apa itu diferensial dan bagaimana kita dapat menemukannya.
Ternyata, diferensial bisa dikatakan adalah kecenderungan gradien suatu grafik.

Grafik barangkali, adalah sesuatu yang banyak membantu pemahaman konsepku. Dari pelajaran Matematika, sekarang kita beralih ke pelajaran Fisika.

Pelajaran Fisika tentang gelombang di kelas 3 SMA di Indonesia banyak menggunakan fungsi sinus dan kosinus, misalnya

y = 4 sin (5x + 17)

Entah intuisiku benar atau tidak, aku merasa pembelajaran itu lebih menekankan ke bagaimana orang dapat menghitung dan menjawab pertanyaan Fisika itu dengan cepat dan tepat. Akan tetapi, apabila ditanya, apa bedanya grafiknya dengan grafik y = sin (x) biasa? Sedikit banyak, pelajar Indonesia akan mengalami kesulitan.

Dengan grafik, semua akan terasa lebih mudah. Kita bisa membayangkan bagaimana kecenderungan grafiknya, bisa memperkirakan nilai puncak dan sebagainya.

Jujur, aku belum paham konsep Integral secara matang. Akan tetapi, karena kebutuhan yang mendesak, terpaksa aku menghafal rumus-rumusnya supaya bisa mengerjakan soal Matematika UN dan SNMPTN.

Mudah-mudahan, konsep Integral yang akan dijelaskan pada Semester 2 Studienkolleg di Jerman (yang memang lebih menekankan konsep itu) nanti membuat aku lebih paham dan bukan lagi menjadi momok seperti yang dialami oleh pelajar-pelajar SMA maupun di bangku kuliah di Indonesia.
Ini jugalah salah satu alasanku melanjutkan studi ke Jerman. Sekalipun aku orang Indonesia, aku ingin mengerti konsepnya benar-benar, sehingga bisa mengembangkan ilmu, bukan menunggu pengembangan ilmu dari negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, maupun Jerman ini.

Selasa, 04 Januari 2011

Barang Daganganku

Salam Enterpreneur..!

Setelah KEPEPETS, aku punya barang dagangan lagi, yaitu Telepon Genggam/ Ponsel/ Handphone (HP).
Barang daganganku adalah
Black Pad, Blackberry, IPod, IPhone, Nokia, Samsung, dan Sony Ericsson
Baru gres, garansi resmi, sudah termasuk ongkos pengiriman ke seluruh wilayah di Indonesia.
Sistem pembayaran: Transfer. Barang dikirim sehari setelah uang masuk.

Harga murah meriah, bisa ditawar, tapi tipis. Berikut ini daftar barang dagangan dan harganya
Black Pad Rp5.000.000,00


BB Bold 9000 Rp3.600.000,00

BB Storm 2 Rp3.900.000,00

BB Torch 9800 Rp4.800.000,00

BB Curve 3G 9300 Rp2.700.000,00

BB Gemini Rp2.100.000,00

BB Bold 9700 Rp4.000.000,00

BB Javelin Rp2.900.000,00

BB Pearl Flip 8220 Rp3.200.000,00

BB Pearl 9100 3G Rp3.300.000,00

Ipod apple 4G 8GB Rp2.300.000,00

Iphone 4G 32GB Rp5.600.000,00

Iphone 3G 16GB Rp4.600.000,00

Iphone 3G 32GB Rp5.800.000,00

Ipad Apple 64 GB Rp7.000.000,00

NOKIA N96 Rp2.400.000,00

NOKIA E75 Rp1.700.000,00

NOKIA X5 Rp1.500.000,00

NOKIA N78 Rp1.300.000,00

NOKIA N97 Rp2.500.000,00

NOKIA C6 Rp2.400.000,00

NOKIA 5800 Rp2.400.000,00

NOKIA X3 Rp1.400.000,00

NOKIA N900 Rp4.400.000,00

NOKIA X6 Rp4.000.000,00

NOKIA E90 Rp3.500.000,00

NOKIA E7 Rp4.900.000,00

NOKIA N8 Rp4.000.000,00

Samsung Galaxy Tab 16GB Rp4.700.000,00

Samsung Galaxy S i9000 Rp5.200.000,00

Samsung OMNIA II 18000 Rp5.000.000,00

Samsung Propel Pro Rp5.100.000,00

Sony Ericsson XPERIA X10 Rp4.400.000,00

Sony Ericsson Xperia Pureness (x5) Rp3.500.000,00

Berminat?
Kirim email ke
kipgogreen@gmail.com
 
Ada kesalahan di dalam gadget ini